Novel tentang psikologi pdf

Date published 

 

DADAISME: NOVEL PSIKOLOGIS. Download this PDF file. Thumbnails Document Outline Attachments. Find: Previous. Next. Highlight all. Match case. HOMOSEKSUAL TOKOH RAFKY DAN VALENT DALAM NOVEL LELAKI TERINDAH KARYA ANDREI AKSANA: SUATU TINJAUAN. KAJIAN ASPEK PSIKOLOGI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL This data was collected by way of reading the novel Layla-Majnun Gisymar Full Text: PDF.

Author:MARGARET ALLEGRA
Language:English, Spanish, Portuguese
Country:Latvia
Genre:Academic & Education
Pages:412
Published (Last):12.05.2016
ISBN:210-7-29312-494-1
Distribution:Free* [*Registration needed]
Uploaded by: CHAS

47351 downloads 126801 Views 35.33MB PDF Size Report


Novel Tentang Psikologi Pdf

NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI: ANALISIS PSIKOLOGI The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF. Downloads cached PDF from CORE Download PDF (5 MB). Show more info. Provided by: Neliti. Publication Year: Suggested articles. Suggested articles. PDF. How to Cite. ASTADI, I Gede Iwan. ANTARA ELING DAN RAGU: ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA NOVEL DEWI KAWI. Humanis, [S.l.], apr.

Dalam arti luas bahwa karya sastra tidak lepas dari kehidupan yang menggambarkan berbagai rangkaian kepribadian manusia Ratna dalam Albertine, berpendapat psikologi, khususnya psikologi analitik diharapkan mampu menemukan aspek-aspek ketaksadaran yang diduga merupakan sumber- sumber penyimpangan psikologis sekaligus dengan terapinya. Selain itu, teknologi dengan berbagai dampak negatifnya dan lingkungan hidup merupakan salah satu sebab utama terjadinya gangguan psikologis. Psikologi sastra tidak bermaksud memecahkan masalah psikologis. Namun secara definitif, tujuan psikologi sastra ialah memahami aspek-aspek kejiwaan yang terkandung dalam suatu karya. Psikologi lahir untuk mempelajari kejiwaan manusia, yakni manusia yang ada di bumi inilah yang menjadi objek penelitian psikologi, sastra lahir dari masyarakat, pengarang hidup dalam tengah-tengah masyarakat dan pengarang juga menciptakan karya sastranya termasuk tokoh yang ada didalamnya. Tokoh yang diciptakan secara tidak sadar oleh pengarang memiliki muatan kejiwaan yang timbul dari proyeksi pelaku yang ada dalam masyarakat, karya sastra berupa novel lebih panjang dan terperinci dalam penggambaran tokohnya, oleh karena itu kejiwaan yang ada dalam novel lebih kental pula. Pendapat yang sama mengenai kejiwaan tokoh dalam karya sastra, dikemukakan oleh Ratna dalam Albertine ialah berpendapat bahwa pada dasarnya psikologi sastra memberikan perhatian pada masalah unsur kejiwaan tokoh-tokoh fiksional yang terkandung dalam karya. Teori Psikoanalisis Sigmund Freud Menurut Albertine , psikoanalisis adalah disiplin ilmu yang dimulai sekitar tahun an oleh Sigmund Freud. Teori psikoanalisis ini berhubungan dengan fungsi dan perkembangan mental manusia, serta ilmu ini merupakan bagian dari psikologi yang memberikan kontibusi besar dan dibuat untuk psikologi manusia selama ini. Psikoanalisis merupakan sejenis psikologi tentang ketidaksadaran; perhatian-perhatiannya terarah pada bidang motivasi, emosi, konflik, sistem neurotic, mimpi-mimpi, dan sifat-sifat karakter. Menurut Freud dalam Suryabrata, , psikoanalisis adalah sebuah metode perawatan medis bagi orang-orang yang menderita gangguan syaraf. Psikoanalisis merupakan suatu jenis terapi yang bertujuan untuk mengobati seseorang yang mengalami penyimpangan mental dan syaraf. Dalam struktur kepribadian Freud, ada tiga unsur sistem penting, yakni id, ego, dan superego.

Lambat laun semakin efisien ego memonopoli persediaan psikis. Begitu ego telah menguasai cukup energi, ia dapat menggunakanya untuk maksud-maksud lain selain memuaskan insting-insting melalui proses sekunder. Sebagian energi dipergunakan untuk meningkatkan perkembangan aneka proses psikologis seperti mempresepsikan, mengingat, membuat penilaian, mendiskriminasikan, dan befikir.

Sebagian lagi harus digunakan untuk mengekang Id agar tidak bertindak secara impulsive dan irasional. Apabila id menjadi terlalu mengancam, maka ego akan membentuk pertahanan-pertahanan terhadapnya. Namun bisa saja pertahanan-pertahanan yang dilakukan oleh ego menjadi lebih lemah karena energinya tidak cukup untuk menahan besarnya dorongan yang dilakukan oleh id, sehingga memunculkan bentuk ketakutan atau kecemasan dari id sekitarnya penekanan atau pertahanan yang dilakukan ego untuk mengekang dorongan id menjadi gagal.

Kecemasan seperti ini biasanya disebut dengan kecemasan neurotic. Pertahanan ini bisa juga digunakan menanggulangi tekanan-tekanan super ego tehadap ego. Untuk menjaga kelangsungan dari pertahanan-pertahanan ini juga dibutuhkan energi yang cukup. Enegi ego juga dapat dapat dipindahkan untuk membentuk kateksis-kateksis objek yang baru sehingga terbentuklah jaringan minat, sikap dan preferensi turunan dalam ego.

Seperti contoh haus tadi, haus dapat meliputi kateksis-kateksis seperti minat mengumpulkan aneka resep minuman, mengunjungi restoran atau rumah makan yang menyediakan aneka minuman sepesial dan lainya. Akhirnya, ego sebagai eksekutif organisasi kepribadian menggunakan energi untuk menciptakan integrasi diantara ketiga sistem. Tujuan dari fungsi itegrasi dari ego ini adalah untuk menciptakan keselarasan batin dalam kepribadian sehingga transaksi-transaksi ego dengan lingkungan dapat berjalan dengan lancar dan efektif.

Sekali energi yang disediakan oleh insting-insting disalaurkan ke Ego dan Super Ego lewat mekanisme identifikasi, maka interaksi daya-daya mendorong dan menahan atau kateksis dan anti kateksis bisa berlangsung. Ego harus mengendalikan baik id maupun Super Ego agar dia mampu mengarahkan kepribadian secara bijak, namun dia juga harus memiliki persediaan sisa energi untuk bisa berhubungan dengan dunia luar. Disamping ego harus mengekang id, ego juga harus membuat pertahanan atas dorongan atau tekanan yang dilakukan oleh Super Ego.

Bisa saja tekanan-tekanan dari Super Ego nantinya juga bisa menjadi lebih besar dari tekanan yang dilakukan oleh Ego, atau bisa juga energi Ego untuk mengekang Super Ego menjadi lemah karena Ego juga harus mengekang Id sehingga memunculkan bentuk kecemasan secara moral atau kata hati atau norma-norma yang ada yang dihasilkan dari dunia luar jika pertahanan yang dilakukan Ego untuk mengekang dorongan Super Ego dan dikendalikannya, serta diarahkan oleh Super Ego pada tujuan-tujuan yang sesuai dengan moral ketimbang kenyataan dan sekaligus mengendalikan Id agar energinya disalurkan dalam cara atau bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat.

Ketakutan atas lemahnya pertahanan Ego dalam mengekang Super Ego bisa juga ditimbulkan dari kenyataan yang ada biasanya berasal dari lingkungan dan langsung diterima oleh si pelaku dan berasal dari dunia luar, dan kecemasan yang secara nyata ini biasanya disebut sebagai kecemasan realitas.

Apabila Super Ego menguasai sebagian besar energi, maka fungsi kepribadian akan di dominasi oleh pertimbangan-pertimbangan moral daripada pertimbangan-pertimbangan realitas. Perpindahan-perpindahan energi ini menyebabkan kepribadian dalam diri seseorang terus menerus bergerak secara dinamis. Daerah tidak sadar yang besar ini berisi dorongan-dorongan, nafsu, ide-ide, dan perasaan- perasaan yang ditekan, merupakan suatu dunia jiwa yang besar.

Bagian tidak sadar ini berisi ketakutan-ketakutan vital dan tidak nampak oleh mata, tetapi melaksanakan control penting atas pikiran-pikiran dan perbuatan-perbuatan sadar seseorang. Dari segi ketidak sadaran ini, maka psikologi yang membatasi diri hanya mempellajari kesadaran saja, sama sekali tidak sesuai untuk memahami motif-motif yang mendasari tingkah laku manusia. Di dunia luar ini terdapat berbagai macam objek yang dapat member kepuasan insting atau kebutuhan manusia.

Jika manusia tidak mampu mereaksi atau menanggulangi macam-macam rasa sakit atau perusakan dari dunia luar, maka orang menjadi takut.

Seterusnya jika orang tidak berdaya atau kewalahan menghadapi stimulus-stimulus yang berlebihan yang tidak berhasil dikendalikan oleh Ego, maka ego menjadi terbelenggu oleh kecemasan. Jadi rasa cemas adalah rasa was-was, rasa ketakutan, rasa bimbang, kalau apa yang dihadapi itu akan menimbulkan bahaya, susah tidak senang, gagal dan sebagainya.

Takut adalah rasa tidak berani menghadapi kenyataan. Teori Kecemasan Kecemasan merupakan bagian yang tak kalah penting dari teori Freud, artinya kecemasan ini merupakan variabel penting dari hampir semua teori kepribadian. Pada umumnya kecemasan dapat didefininisikan suatu keadaan perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketidak tentuan, atau takut dari kenyataan. Orang yang merasa terancam umumnya adalah orang yang penakut, kalau das Ich id mengontrol soal ini, maka orang lalu menjadi dikejar oleh kecemasan atau ketakutan.

Kecemasan berfungsi sebagai tanda adanya bahaya yang akan terjadi, suatu ancaman terhadap ego yang harus dihindari atau dilawan. Dalam hal ini ego harus mengurangi konflik antara kemauan Id dan Superego.

Konflik ini akan selalu ada dalam kehidupan manusia karena menurut Freud, insting akan selalu mencari pemuasan sedangkan lingkungan sosial dan moral membatasi pemuasan tersebut. Oleh karena itu pertahanan akan selalu beroperasi secara luas dalam segi kehidupan manusia, layaknya semua perilaku dimotivasi oleh insting.

Begitu juga semua perilaku mempunyai pertahanan secara alami, dalam hal untuk melawan. Menurut Suryabrata, , Fungsi kecemasan adalah memperingatkan sang pribadi akan bahaya, ia merupakan isyarat bagi ego bahwa kalau tidak dilakukan tindakan-tindakan tepat, maka bahaya itu akan meningkat sampai ego dikalahkan, Suryabrata, Apabila kecemasan timbul, maka akan mendorong orang untuk melakukan sesuatu atau tindakan supaya tegangan dapat direduksikan atau dihilangkan.

Untuk menghadapi kecemasan yang berlebihan, sistem ego terpaksa mengambil tindakan ekstrim untuk menghilangkan tekanan itu. Tindakan tekanan itu, disebut mekanisme pertahanan, sebab tujuannya adalah untuk mempertahankan ego terhadap kecemasan.

Freud mengemukakan tiga jenis kecemasan, yakni: 1. Kecemasan realitas riel 2. Kecemasan neurotic 3. Kecemasan moral 2.

Kecemasan realitas ini merupakan kecemasan individu yang diakibatkan dari rasa ketakutan dalam menghadapi suatu kenyataan disekitarnya atau ketakutan terhadap dunia luar dengan taraf kecemasan yang sesuai derajat ancaman yang ada. Kecemasan realitas itu merupakan suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar.

Bahaya itu berasal dari keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Kecemasan realitas ini hanya bersifat fisik. Ketakutan akan mengancam bahaya dari kondisi yang mencelakakannya. Kecemasan realitas adalah takut kepada bahaya yang nyata ada di dunia luar Alwisol, Kecemasan ini menjadi asal-muasal timbulnya kecemasan neurotic dan kecemasan moral. Kecemasan Neurotik Menurut Freud, dalam Suryabrata, , kecemasan neurotis adalah kecemasan kalau insting-insting tidak dapat dikendalikan dan menyebabkan orang berbuat sesuatu yang dapat dihukum.

Kecemasan neurotis ini merupakan suatu gangguan keseimbangan fungsi mental oleh sebab-sebab khusus dari dinamika gangguan kehidupan emosi dan perasaan. Gangguan perasaan semacam ini umumnya diderita oleh penderita neurotis dan tidak berkaitan dengan orang lain. Jadi, seseorang yang cerdas pun bisa saja terkena gangguan yang secara rasional tidak masuk akal ini. Walaupun secara objektif pemeriksaan fisik jelas dikatakan sehat, namun penderita tetap saja merasa dirinya diliputi ketakutan berlanjut akan kemungkinan penyakit fisik berat yang akan dideritanya.

Kecemasan neurotis ialah kecemasan karena khawatir tidak mampu mengatasi atau menekan keinginan-keinginan primitifnya, ketakutan terhadap tidak terkendalinya naluri-naluri yang menyebabkan seseorang melakukan suatu tindakan yang bisa mendatangkan hukuman.

Pada kecemasan neurotis, perasaan terancam memungkinkan kegagalan dalam meraih tujuan atau posisi formal tertentu. Ancaman akan kehilangan sesuatu yang berkaitan dengan status sosial, benar-benar sulit mendapatkan toleransi dari penderita neurotis, terutama bagi orang yang sangat ambisius, dinamis dan energik yang secara berlanjut didominasi target materi yang harus diraih.

Biasanya orang ini sejak beberapa waktu sebelumnya telah diliputi rasa tak aman karena menempatkan ambisi berlebihan yang justru membuatnya kegagalan yang dihadapinya.

Kecemasan neurotis bukanlah kekuatan terhadap insting-insting itu sendiri, melainkan ketakutan terhadap hukuman yang mungkin terjadi jika insting tersebut dipuaskan Hall dan Lindzey Kecemasan Moral Menurut Suryabrata , kecemasan moral adalah kecemasan kata hati.

Orang yang da Ueber Ichnya berkembang baik cenderung untuk merasa dosa apabila dia melakukan atau bahkan berpikir untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma moral. Kecemasan moral ini juga mempunyai dasar dalam realitas; karena di masa yang lampau orang telah mendapatkan hukuman sebagai akibat dari perbuatan yang melanggar kode moral, dan mungkin akan mendapat hukuman lagi.

Kecemasan moral adalah hasil dari konflik antara Id dan superego. Secara dasar merupakan ketakutan akan suara hati individu sendiri. Ketika individu termotivasi untuk mengekspresikan impuls instingtual yang berlawanan dengan nilai moral yang termaksud dalam superego individu itu maka ia akan merasa malu atau bersalah.

Kecemasan moral menjelaskan bagaimana berkembangnya superego. Biasanya individu dengan kata hati yang kuat dan puritan akan mengalami konflik yang lebih hebat daripada individu yang mempunyai kondisi toleransi moral yang lebih longgar. Seperti kecemasan neurosis, kecemasan moral juga mempunyai dasar dalam kehidupan nyata. Anak-anak akan dihukum bila melanggar aturan yang ditetapkan orang tua mereka. Orang dewasa juga akan mendapatkan hukuman jika melanggar norma yang ada di masyarakat.

Rasa malu dan perasaan bersalah menyertai kecemasan moral. Dapat dikatakan bahwa yang menyebabkan kecemasan adalah kata hati individu itu sendiri. Kecemasan moral adalah rasa takut terhadap hati nuraninya sendiri. Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa bersalah apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral. Kecemasan moral ini juga mempunyai dasar dalam realitas, karena dimasa lampau orang telah mendapat hukuman sebagai akibat dari perbuatan yang melanggar kode moral, dan mungkin akan mendapat hukuman lagi.

Kecemasan moral bisa juga adalah rasa takut terhadap suara hati Hall dan Lindzey, Hal ini disebabkan karena latar dipengaruhi dan mempengaruhi unsur-unsur lain pada cerita rekaan. Okke KS Zaimar mengatakan jika ruang atau latar memiliki kaitan dengan tokoh. Ruang dapat menampilkan gambaran tentang seorang tokoh.

Ruang dapat mempengaruhi tokoh dan membentuknya. Ruang membantu proses pembentukan sifat-sifat tokoh melalui Noor, Latar pada suatu karya fiksi merupakan suatu hal yang merefleksikan suatu kejadian dimana segala sesuatu harus terjadi pada suatu tempat dan waktu. Latar tempat menunjukkan pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan berupa tempat-tempat dengan nama tertentu, inisial tertentu, atau lokasi tertentu tanpa nama yang jelas Nurgiyantoro, Latar sosial menyaran pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam 27 karya fiksi Latar sosial menggambarkan suasana kedaerahan dari daerah tertentu melalui kehidupan sosial masyarakat.

Bahasa daerah, penamaan tokoh, dan status sosial tokoh pada karya sastra dapat mengarah dan berhubungan pada latar sosial. Status sosial tokoh merupakan salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam pemilihan latar. Menurut segi letaknya, ada dua kategori ruang dalam karya sastra, yakni ruang tertutup dan terbuka. Ruang tertutup menunjuk pada tempat-tempat yang batasnya secara fisik tampak jelas, misalnya rumah, ruang-ruang di dalam rumah, dan kantor. Ruang terbuka menunjuk pada tempat-tempat yang batas-batasnya secara fisik sulit ditentukan, misalnya kota, taman, jalan, dan pantai.

Benda-benda di dalam ruang dan semua unsur interior ruang yang dalam kapasitas tertentu dapat mempertegas mental tokoh disebut detil-detil ruang. Cara tokoh memperlakukan detil-detil ruang memperlihatkan suasana hati tokoh, seperti sedih, gelisah, atau marah Noor, Keadaan ruang dan macam-macam detil ruang secara implisit menunjukkan watak khas yang dimiliki tokoh Noor, Menurut Mieke Bal, keadaan ruang dan isinya dapat memberikan nilai positif dan negatif tentang seorang tokoh.

Ruangan terbuka dapat ditafsirkan menunjukkan nilai positif, yaitu watak terbuka, ruang sempit dan berantakan menunjukkan nilai negatif, yaitu watak pemalas atau jorok melalui Noor, Teori Tema Tema theme menurut Stanton dan Kenny adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita dalam Nurgiyantoro, Sayuti berpendapat bahwa tema adalah makna cerita, gagasan sentral, atau dasar cerita. Tema merupakan gagasan sentral, yakni sesuatu yang hendak diperjuangkan dalam dan melalui karya sastra.

Tema merupakan implikasi yang penting bagi suatu cerita secara keseluruhan, bukan sebagian dari suatu cerita yang dapat dipisahkan Tema menurut Nurgiyantoro adalah gagasan dasar umum sebuah karya novel Dapat disimpulkan, bahwa tema yakni suatu gagasan sentral yang menjadi dasar suatu karya sastra.

Menemukan sebuah tema karya fiksi harus disimpulkan dari keseluruhan cerita, tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu cerita. Tema merupakan dasar utama cerita sekaligus tujuan utama cerita.

Tema biasanya mengangkat masalah kehidupan. Tema dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori yang berbeda, tergantung dari segi mana penggolongan itu dilakukan. Salah satu penggolongan tema adalah tema utama dan tema tambahan. Tema utama atau tema mayor merupakan makna pokok cerita yang menjadi dasar atau gagasan dasar umum karya sastra. Makna dalam tema utama merupakan makna pokok cerita tersirat dalam sebagian besar cerita, dan bukan makna yang hanya terdapat pada bagian-bagian tertentu cerita saja Nurgiyantoro, Makna yang hanya terdapat pada bagian-bagian tertentu cerita dan dapat diidentifikasikan sebagai makna tambahan atau makna bagian disebut tema tambahan atau tema minor.

Dengan melihat persoalan mana yang paling menonjol; 2. Dengan melihat persoalan mana yang paling menimbulkan konflik, konflik yang menimbulkan peristiwa-peristiwa; 3. Dengan menghitung waktu penceritaan, yaitu waktu yang diperlukan untuk menceritakan peristiwa-peristiwa ataupun tokoh-tokoh di dalam sebuah karya sastra sehubungan dengan persoalan yang bersangkutan.

Teori Psikologi Sastra Psikologi digunakan sebagai alat penelaah jiwa seseorang secara luas dan mendalam, baik dari sifat maupun sikap manusia. Psikologi dalam penelitian ini merupakan ilmu bantu yang digunakan untuk mengetahui kepribadian dua tokoh utama dan yang menyebabkan mereka menjadi homoseksual. Psikologi sastra adalah kajian sastra yang memandang karya sebagai aktivitas kejiwaan Endaswara, Karya sastra menampilkan aspek-aspek kejiwaan melalui tokoh-tokohnya.

Apakah mereka para pelaku homoseksual yang memiliki kelainan, atau malah masyarakat yang merasa normal yang memiliki kelainan. Untuk mengerti dan memahami hal tersebut seseorang perlu mempelajari ilmu psikologi, sebab dengan mempelajari psikologi seseorang akan memahami kejiwaan orang lain. Melalui psikologi, masyarakat akan memahami mengapa kaum homoseksual memiliki ketertarikan seksual yang berbeda dan tidak sesuai norma.

Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani. Psyche yang bearti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Secara harafiah psikologi bearti ilmu jiwa. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya Sarwono, Akan tetapi, psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut, yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental Walgito, Psikologi umum ialah psikologi yang meneliti dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas psikis manusia yang tercermin dalam perilaku pada umumnya, yang dewasa, yang normal, dan yang berkultur dalam arti tidak terisolasi.

Psikologi umum memandang manusia seakan-akan terlepas dalam hubungannya dengan manusia lain. Sedangkan psikologi khusus meneliti dan mempelajari segi-segi kekhususan dari aktivitas-aktivitas psikis manusia Walgito, Hal-hal khusus yang menyimpang dari hal-hal umum merupakan pembahasan dari psikologi khusus. Psikologi khusus ada bermacammacam, antara lain: Psikologi yang digunakan dalam analisis ini adalah psikologi kepribadian.

Psikologi kepribadian merupakan psikologi yang khusus menguraikan tentang pribadi manusia beserta tipe-tipe kepribadian manusia Biasanya kepribadian dibicarakan dalam pengertian apa yang membuat seseorang berbeda dari orang yang lain, apa yang membuatnya unik dibanding yang lain. Sesuatu yang membuat seseorang unik dari yang lain, misalnya ada orang yang 32 neurotik, sementara yang lain tidak ; ada yang introvert tertutup , dan ada juga yang ekstrovert terbuka ; dan lainnya Zaviera, Kepribadian berasal dari kata personality Inggris yang berasal dari kata persona Latin yang berarti kedok atau topeng.

Watak atau topeng dipakai untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Hal itu dilakukan karena terdapat ciri-ciri yang khas yang hanya dimiliki oleh seseorang, baik itu kepribadian yang baik ataupun tidak Sujanto, Kepribadian adalah suatu totalitas psikophisis yang kompleks dari individu, sehingga tampak di dalam tingkah lakunya yang unik Kepribadian merupakan hasil pengaruh hereditas dan lingkungan. Kepribadian dibentuk oleh tempramen dan lingkungan yang terus menerus saling mempengaruhi.

Tiga faktor menjadi penentu perkembangan kepribadian adalah faktor bawaan, pengalaman awal dalam lingkungan keluarga, dan pengalamanpengalaman dalam kehidupan selanjutnya Hurlock, Kepribadian dan perkembangan seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor biologis dan faktor lingkungan.

Faktor biologis terjadi saat proses pembuahan sampai lahir. Faktor lingkungan adalah faktor sosialisasi, dimana seseorang mampu menempatkan diri secara tepat dalam masyarakat Dagun, Pendidikan keluarga sebagai peletak dasar dalam pembentukan kepribadian anak.

Pendidikan yang diperoleh anak dalam keluarga akan mempengaruhi seluruh kehidupan dan perilakunya. Hal tersebut disebabkan sejak 33 kecil anak hidup, tumbuh, dan berkembang, di dalam keluarga. Keluarga yang mengisi kepribadian anak Sujanto, Pendidikan yang diperoleh anak di keluarga akan ia bawa kemana pun ia pergi dan menjadi pencerminan keadaan keluarganya.

Keluarga yang lengkap dan harmonis sangat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Kehadiran ayah dan ibu sangat penting dalam kehidupan anak. Anak-anak yang diasuh oleh satu orangtua saja akan lebih banyak menimbulkan resiko daripada anak yang diasuh lengkap oleh kedua orangtuanya Dagun, Tumbuh dan berkembangnya anak tidak hanya menjadi tanggungjawab seorang ibu. Ayah juga memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ayah berpatisipasi dalam membina pertumbuhan fisik dan psikologis anak Dagun, Dagun mengemukakan, seorang anak yang tidak mendapat asuhan dan perhatian dari ayahnya, akan memiliki perkembangan yang berbeda dibandingkan anak yang mendapat asuhan dan perhatian dari ayahnya.

Anak yang tidak mendapat asuhan dari ayahnya akan mengakibatkan kemampuan akademis anak menurun, aktivitas sosial terhambat, interaksi sosial terbatas, bahkan bagi anak laki-laki akan membuat sifat kelakiannya maskulin menjadi kabur atau hilang Kehadiran seorang ayah juga penting dalam perkembangan mental anak.

Ketidakhadiran ayah akan menyebabkan anak menjadi lamban menanggapi keinginan dan kebutuhan Selain itu, keinginan, harapan, perilaku orangtua terhadap anaknya akan membentuk suatu pola kepribadian Anak tiri, anak tunggal, anak sulung, anak bungsu, anak pungut, merupakan status yang diberikan kepada anak.

Status anakanak tersebut sangat mempengaruhi kepribadian yang akan muncul dalam diri mereka. Anak tunggal merupakan tumpuan harapan kedua orang tuanya. Harapan orang tua bertumpuk menjadi satu padanya. Harapan akan hidup yang lebih baik, meneruskan keturunan, tercapainya cita-cita, dan segala harapan lainnya.

Oleh karena itu orang tua akan sangat khawatir dan sangat ketakutan bila kehilangan anak Anak dengan status anak tunggal akan membuat orang tua berusaha melindungi, berusaha memenuhi segala keinginanya, membiarkan anak melakukan kehendaknya, dan menuruti semua keinginanya tetapi melarang anak melakukan suatu yang berat atau mengkhawatirkan bagi jiwanya.

Sikap orang tua seperti itu akan menghambat anak untuk berkembang, karena rasa takut dan khawatir akan bahaya yang dapat menimpa anaknya. Selain itu di dalam pergaulan akan menyebabkan anak berbeda dengan teman-temanya. Anak akan memiliki sikap malu-malu dan menarik diri dari pergaulan.

Kepribadian seperti itu tidak akan membuatnya berkembang. Sujanto, Para ahli psikologi melakukan berbagai penelitian mengenai kepribadian manusia. Penelitian yang dilakukan para ahli tersebut menghasilkan berbagai macam teori kepribadian yang sampai sekarang digunakan masyarakat.

Salah satu ahli psikologi tersebut adalah Carl Gustav Jung. Carl Gustav Jung selanjutnya disebut Jung membahas struktur psyche atau kepribadian. Psyche adalah totalitas 35 segala peristiwa psikis baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Jiwa manusia terdiri: Alam sadar atau kesadaran mempunyai dua komponen pokok, fungsi jiwa dan sikap jiwa.

Keduanya mempunyai peranan penting dalam orientasi manusia dalam dunianya dalam Suryabrata, Fungsi jiwa menurut Jung ialah suatu bentuk aktivitas kejiwaan yang secara teori tiada berubah dalam lingkungan yang berbeda-beda. Fungsi rasional bekerja dengan cara penilaian, pikiran menilai atas dasar benar dan salah, sedangkan perasaan menilai atas dasar menyenangkan dan tidak menyenangkan. Fungsi yang paling berkembang merupakan fungsi superior dan menentukan tipe orangnya Suryabrata, Manusia menurut Jung memiliki sikap jiwa.

Sikap jiwa adalah: Berdasarkan atas sikap jiwanya, manusia dapat digolongkan menjadi dua tipe, 1 manusia yang bertipe ekstrovers atau ekstrovert terbuka dan 2 manusia yang bertipe introvers atau introvert tertutup. Orang yang ekstrovert atau terbuka dipengaruhi oleh dunia obyektif, dunia di luar dirinya. Orientasinya terutama tertuju keluar; pikiran, perasaan serta tindakannya terutama ditentukan oleh lingkungannya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan non sosial.

Orang bertipe ekstovers bersikap positif terhadap 37 masyarakat, hatinya terbuka, mudah bergaul, dan hubungan dengan orang lain lancar. Orang yang introvert atau tertutup dipengaruhi oleh dunia subyektif, yaitu dunia di dalam dirinya sendiri.

Orientasinya terutama tertuju ke dalam: Penyesuaian dengan dunia luar kurang baik, jiwanya tertutup, sukar bergaul, sukar berhubungan dengan orang lain, dan kurang dapat menarik hati orang lain Suryabrata, Antara ekstrovert dan introvert terdapat hubungan yang kompensatoris yang dinamakan ambrivert. Berdasarkan pada dua komponen pokok kesadaran, yakni fungsi jiwa dan sikap jiwa, sampailah Jung pada empat kali dua atau delapan tipe.

Empat tipe ekstravers dan empat tipe introvers, tipe pembagian tersebut dikenal dengan istilah tipologi Jung. Jung dalam tipologinya membahas kehidupan alam tidak sadar, yang merupakan realitas yang sama pentingnya dengan kehidupan alam sadar. Kehidupan alam tidak sadar berlawanan dengan kehidupan alam sadar, sehingga orang yang kesadarannya bertipe pemikir maka ketidaksadarannya adalah perasa.

Orang yang kesadarannya ekstravers ketidaksadarannya bersifat introvers, begitu juga selanjutnya dalam Suryabrata, Pemahaman mengenai tipologi Jung dapat dipahami melalui tabel berikut ini: Bila anak melihat dirinya secara positif melalui perlakuan orang lain terhadap mereka, terutama perlakuan orang yang paling penting bagi mereka, maka akan mempunyai pengaruh yang menguntungkan bagi kepribadian dan menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang baik Teori Psikoseksual Seksualitas dalam arti yang luas ialah semua aspek badaniah, psikologik, dan kebudayaan yang berhubungan langsung dengan seks dan hubungan seks manusia.

Seksualitas adalah keinginan untuk berhubungan, kehangatan, kemesraan dan cinta, termasuk di dalamnya memandang, berbicara, bergandengan tangan. Seksualitas mengandung arti yang luas bagi manusia, karena sejak manusia hadir ke muka bumi ini hal tersebut sudah menyertainya http: Secara individu, seksualitas akan melibatkan gabungan antara faktor keluarga, lingkungan sosial, kepercayaan atau agama, dan penuaan.

Faktor hubungan interpersonal dalam hubungan seksual juga menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam seksualitas http: Manusia dalam hidupnya mengalami perkembangan kehidupan seksual yang berbeda-beda. Kehidupan seksual manusia ada yang berjalan lancar dan normal sehat namun ada pula yang mengalami gangguan atau kelainan.

Perilaku seksual yang normal ialah yang dapat menyesuaikan diri, bukan saja dengan tuntutan masyarakat, tetapi juga dengan kebutuhan individu mengenai kebahagiaan dan pertumbuhan, yaitu perwujudan diri sendiri atau peningkatan kemampuan individu untuk mengembangkan kepribadiannya menjadi lebih baik. Normal dalam hal ini diartikan sehat atau tidak patologik dalam hal fungsi keseluruhan http: Seseorang yang memiliki perilaku seksual sehat atau normal tidak memiliki perasaan takut atau bersalah dalam memperoleh pengalaman seksualnya, ia akan jatuh cinta dan menikah dengan 40 partner yang dipilihnya, serta mempertahankan rasa cinta kasih dan daya tarik seksual terhadap partner nya tersebut http: Ada dua istilah gangguan perkembangan psikoseksual dalam diri manusia, yakni disfungsi seksual dan deviasi seksual.

Disfungsi seksual adalah gangguan yang terkait dengan penyertaan aktivitas dan dorongan seksual yang defisien atau eksesif. Beberapa kasus disfungsi seksual adalah impotensi, ejakulasi, satyriasis dan nyphomania Sadarjoen Pemerkosaan, incest, homoseksualitas, pedophophilia, voyeurism, fetishism, machochism, transvestitism, bestialitas, exhibitionism, dan sadisme termasuk deviasi seksual Supratiknya membagi masalah seksual yang dihadapi seseorang menjadi disfungsi seksual dan kelainan seksual.

Disfungsi seksual adalah gangguan baik dalam hal hasrat untuk mendapatkan kepuasan seksual maupun dalam hal kemampuan untuk mencapai kepuasan seksual. Jenis-jenis disfungsi seksual yang dialami pria maupun wanita menurutnya adalah insufisiensi erektil, ejakulasi, insufisiensi rangsangan, disfungsi orgamik, vaginismus, dan dispareunia. Perilaku seksual yang berkelainan variant sexual behavior adalah perilaku seksual yang pemuasannya ditentukan oleh sesuatu yang lain, bukan lewat hubungan seksual dengan pasangan beda jenis yang sudah dewasa.

Perilaku seksual yang berkelainan dialami oleh pria maupun wanita dan tidak menimbulkan korban. Perilaku seksual yang berkelainan di antaranya adalah homoseksual, biseks, transvestisme, transseksualisme, fetishisme, voyeurism, ekshibisionisme, sadisme, incest, dan masokhisme Masalah seksualitas yang akan dibahas 41 dalam penelitian ini adalah masalah seksual yang dialami oleh dua tokoh utama dalam novel, yakni mengenai homoseksual antara dua orang pria.

Homoseksual merupakan salah satu bentuk varian atau kelainan seksual yang dialami pria maupun wanita. Perilaku homoseksual menurut Supratiknya adalah perilaku seksual yang ditujukan pada pasangan sejenis, bila pria dengan pria disebut gay, dan bila terjadi di antara wanita disebut lesbian Menurut Sadarjoen, homoseksualitas dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang kuat akan daya tarik erotis seseorang terhadap jenis kelamin yang sama.

Istilah homoseksual lazim digunakan bagi pria yang mengalami penyimpangan ini Seseorang yang menjadi homoseksual memiliki gangguan yang terletak pada perkembangan gender identity, keraguan menentukan identitas gender yang dimilikinya.

Homoseksual tidak hanya melibatkan kontak fisik yang ditunjukan dalam bentuk kontak seksual, namun juga melibatkan aspek emosional dan psikologis berupa kedekatan emosional dengan pasangan, ketertarikan secara erotis, serta persepsi individu yang mengidentifikasikan diri mereka sebagai seorang homoseksual http: Sadarjoen mengatakan penyebab homoseksual adalah pengalaman homoseksual ketika penderita pernah dijadikan 42 objek seksual oleh orang dewasa sesama jenis Homoseksual dapat mengacu kepada: Orientasi seksual, ketertarikan atau dorongan atau hasrat untuk terlibat secara seksual dan emosional ketertarikan yang bersifat romantis terhadap orang yang berjenis kelamin sama.

Perilaku seksual Sexual Behavior , perilaku seksual yang dilakukan antara dua orang yang berjenis kelamin sama, tidak peduli orientasi seksual atau identitas gender. Identitas seksual Sexual Identity atau identifikasi diri, yang mungkin dapat mengacu kepada perilaku homoseksual atau orientasi homoseksual. Pria dengan pria disebut gay, perempuan dengan perempuan disebut lesbian http: Orang yang memiliki perilaku seksual berkelainan seperti gay, memiliki penampilan atau ciri yang berbeda dengan orang normal.

Gay umumnya suka memakai baju yang ketat, dengan maksud menunjukkan keindahan lekuk tubuhnya. Bentuk body badan bagi seorang gay adalah nilai jual tersendiri. Umumnya, para gay ini terlihat sangat feminim, dan perhiasan yang dikenakannya pun cenderung "ramai".

Selain itu gaya bicara seorang gay akan 43 berbeda dengan kaum nomal, dan itu dapat diketahui saat seseorang mengobrol dengan kaum gay. Ciri lainnya, mereka selalu tertarik pada aktivitas yang biasanya dilakukan wanita http: Kepribadian seorang gay cenderung pendiam, tertutup, dan tidak suka bergaul dengan banyak orang. Biasanya kaum gay hanya berbicara seadanya dan cenderung lembut http: Perbedaan antara jenis kelamin yang paling nyata dalam stereotip peran seks tampak pada ciri kepribadian, seperti pola kepribadian yang feminim ditandai oleh ketergantungan, kepasifan, dan kepatuhan.

Sebaliknya, pola kepribadian maskulin yang khas adalah pola orang yang dominan, agresif, dan aktif Hurlock, Seseorang menjadi homoseksual diakibatkan karena berbagai faktor. Faktor lingkungan keluarga merupakan salah satu indikator seseorang menjadi homoseksual.

Lingkungan keluarga turut mempengaruhi terbentuknya homoseksual. Jenis pola keluarga dan siapa anggota keluarga yang ikut berperan, mempengaruhi perkembangan anak Hurlock, Ayah mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan peran seksual anak. Jika peran ayah kecil atau tidak berperan sama sekali dalam perkembangan anak, terutama dalam hal pola asuh, maka akan muncul kesimpangsiuran peran jenis kelamin anak Dagun, Mavis Hetherington melalui Dagun, 44 Selain itu anak menjadi kurang mandiri, ketergantungan, kurang tegas, dan tidak menyukai permainan yang melibatkan fisik.

Keadaan tersebut bagi anak laki-laki akan mengakibatkan kurang memperlihatkan sikap sebagai seorang laki-laki. Freudian berpendapat, bahwa perasaan yang diekspresikan seorang homoseksual bersumber pada asosiasi perasaan bersalah yang tidak disadari baik terhadap wanita maupun incest.

Menurut teori Freud, keterpakuan terhadap respon homoseksual terbina dalam masa anak-anak melalui interaksi emosional antara anak dengan orang tuanya melalui Sadarjoen, Interaksi emosional yang kuat mempengaruhi respon homoseksual. Faktor lingkungan keluarga yang diperkirakan dapat mempengaruhi terbentuknya homoseksual menurut Adesla diantaranya adalah: Pola asuh Cara mengasuh seorang anak juga dapat mempengaruhi terbentuknya homoseksual.

Sejak dini seorang anak telah dikenalkan pada identitas mereka sebagai seorang pria atau perempuan. Pengenalan identitas diri ini tidak hanya sebatas pada sebutan namun juga pada makna di balik sebutan pria atau perempuan tersebut, meliputi: Kriteria penampilan fisik: Karakteristik fisik: Pria pada umumnya memiliki kondisi fisik yang lebih kuat 45 dibandingkan dengan wanita; pria pada umumnya tertarik dengan kegiatan-kegiatan yang mengandalkan tenaga atau otot kasar, sementara wanita pada umumnya lebih tertarik pada kegiatan-kegiatan yang mengandalkan otot halus.

Karakteristik sifat: Karakteristik tuntutan dan harapan: Dengan demikian pria dituntut untuk menjadi figur yang kuat, tegar, tegas, berani, dan siap melindungi yang lebih lemah seperti istri, dan anak-anak.

Masyarakat yang menganut sistem maternalistik maka berlaku sebaliknya, bahwa wanita dituntut untuk menjadi kepala keluarga. Jika dilihat secara universal, sistem yang diakui universal adalah sistem paternalistik. Namun baik paternalistik maupun maternalistik, setiap orang tetap dapat berlaku sebagai pria ataupun wanita sepenuhnya. Yang membedakan pada 46 kepala keluarga pria dalam paternalistik dan wanita dalam maternalistik adalah pendekatan yang digunakan dalam memenuhi tanggung jawab mereka sebagai kepala keluarga.

Pola asuh yang tidak tepat seperti anak laki-laki yang dikenakan pakaian perempuan, didandani, diberikan mainan boneka, dan diasuh seperti layaknya mengasuh seorang perempuan ataupun sebaliknya, dapat berimplikasi pada terbentuknya identitas homoseksual pada anak tersebut.

Hal tersebut dikarenakan anak tidak dikenalkan dan dididik secara tepat dan benar akan identitas seksualnya serta akan perbedaan yang jelas antara laki-laki dan perempuan. Figur orang yang berjenis kelamin sama dan relasinya dengan lawan jenis. Dalam proses pembentukan identitas seksual, seorang anak pertama-tama akan melihat pada orang tua mereka sendiri yang berjenis kelamin sama dengannya.

Anak laki-laki melihat pada ayahnya, dan anak perempuan melihat pada ibunya, dan kemudian mereka juga melihat pada teman bermain yang berjenis kelamin sama dengannya.

Homoseksual terbentuk ketika anak gagal mengidentifikasi dan mengasimilasi, apa, siapa, dan bagaimana menjadi dan menjalani peranan sesuai dengan identitas seksual berdasarkan nilai-nilai universal pria dan wanita.

Kegagalan mengidentifikasi dan mengasimilasi identitas seksual ini dapat dikarenakan figur yang dilihat dan menjadi contoh untuknya tidak memerankan peranan identitas seksual mereka sesuai dengan nilainilai universal yang berlaku, seperti ibu yang terlalu mendominasi dan 47 ayah yang tidak memiliki ikatan emosional dengan anak-anaknya, ayah tampil sebagai figur yang lemah tidak berdaya, serta orang tua yang homoseksual.

Hal tersebut membuat anak laki-laki merasa tidak nyaman terhadap ibunya yang terlalu dominan dan memperlakukan ayahnya yang adalah kelompoknya secara tidak menyenangkan.

Tanpa disadari oleh anak, kejadian ini seakan terekam dalam ingatannya dan dijadikan sebagai contoh bagaimana wanita akan memperlakukan dirinya nanti seandainya ia membina hubungan dengan wanita. Ia pun sama sekali tidak mengingkan hal seperti demikian terjadi pada dirinya.

Pada akhirnya ia jadi merasa lebih nyaman dan aman untuk berhubungan dengan kelompok jenisnya sendiri melalui http: Hurlock mengatakan, salah tugas perkembangan yang penting di akhir masa kanak-kanak ialah belajar memerankan peran seks yang disetujui kelompok sosial.

Kegagalan dalam menguasai tugas ini akan membawa reaksi sosial yang merugikan, yang kemudian mempengaruhi konsep diri anak Hurlock, Ia juga menambahkan, bahwa minat seks pada anak meningkat sepanjang masa kanak-kanak dan mencapai puncaknya pada masa puber Ketetapan stereotip peran seks dicapai dengan mengajar anak, sejak awal kanak-kanak diajarkan untuk memainkan peran yang dianggap sesuai dengan jenis kelaminnya dan dengan meniadakan kesempatan untuk belajar peran yang dianggap tidak sesuai Hurlock, Orang tua, guru, dan teman adalah orang-orang yang pertama-tama bertanggung jawab atas penentuan peran seks 48 anak Pemaksaan stereotip peran seks pada anak yang tidak sesuai dengan kemampuan atau minat akan mendatangkan rasa tidak puas dan frustasi Ia menjelaskan, bila anak tidak mau atau tidak mampu menerima stereotip peran seks yang telah dipelajarinya sebagai jenis peran seks yang disetujui kelompoknya, mereka dihadapkan pada suatu dilema.

Mereka mungkin melakukan apa yang paling memenuhi kebutuhan mereka, membuat penyesuaian pribadi yang baik tetapi penyesuaian sosial yang buruk, atau mereka akan melakukan apa yang diharapkan oleh kelompok, jadi membuat penyesuaian sosial yang baik tetapi penyesuaian pribadi yang buruk Sadarjoen berpendapat, melalui konsepsi psikoanalitik mengenai perkembangan seksual, respon seksual awal dari anak kecil adalah biseksual.

Apakah nantinya berkembang menjadi heteroseksual atau homoseksual ditentukan kemudian Proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang menjadi penentu menjadi heteroseksual atau homoseksual.

Seseorang yang homoseksual bukan murni didasari oleh orientasi homoseksual ketertarikan yang bersifat romantis melainkan karena di motivasi oleh rasa ketergantungan terhadap sesama jenis dan kebutuhan akan power kuasa. Ia meyakini bahwa dirinya lemah dan tidak memiliki kuasa atau kekuatan untuk dapat memenuhi kebutuhannya dan meraih apa yang diinginkannya sendirian.

Ia mencari seseorang yang dapat dijadikannya sebagai pegangan, sebagai tempatnya berlindung dan bergantung. Dengan latar belakang pengalaman hidupnya, ia menemukan kenyamanan dan rasa aman ketika berhubungan dengan sesama jenisnya http: Faktor lingkungan yang paling besar memungkinan mempengaruhinya adalah kekerasan seksual dan pengalaman traumatik.

Seseorang yang menjadi korban kekerasan seksual sesama jenis berusaha menghindari sensasi dari pengalaman tersebut.

Seringkali ketika mereka sedang sendiri pengalaman dan sensasi tersebut muncul dan membayang-bayangi diri mereka, demikian juga dalam mimpi. Mereka juga teringat akan sensasi yang dirasakan ketika kejadian tersebut terjadi, dan timbullah hasrat dalam diri mereka untuk merasakan kembali sensasi tersebut.

Dorongan inilah yang membuat mereka mencoba-coba dan akhirnya merasakan kenyamanan hingga terbentuk menjadi homoseksual Adesla melalui http: Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur-unsur yang secara langsung turut serta membangun cerita.

Berikut ini akan dibahas unsur intrinsik yang membangun jalan cerita novel LT meliputi tokoh, latar, dan tema, yang akan mendukung analisis kepribadian tokoh utama dalam novel. Tokoh dalam Novel Lelaki Terindah Peristiwa dalam karya fiksi seperti halnya peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, selalu diemban oleh tokoh atau pelaku-pelaku tertentu.

Tokoh merupakan pelaku cerita, yang melakukan dan dikenai sesuatu di setiap peristiwa dalam cerita. Tokoh membuat cerita menjadi hidup. Merujuk pada teori yang dipaparkan pada bab sebelumnya, berikut ini akan dibahas analisis mengenai tokoh yang terdapat dalam novel LT. Analisis dilakukan untuk mengetahui tokoh-tokoh yang berperan dalam jalannya cerita serta yang mendukung gambaran kepribadian tokoh utama, khususnya yang 50 51 mengakibatkan tokoh utama menjadi homoseksual. Selain itu, analisis dilakukan untuk mengetahui gambaran fisik dan mental para tokoh.

Tokoh Rafky Rafky adalah pemuda gagah dan tampan. Badannya tegap, tinggi atletis. Sosok idaman setiap wanita. Ia anak kedua dari tiga bersaudara. Anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga.

Kedua orangtuanya menjadikan Rafky sebagai perisai keluarga. Rafky adalah salah satu cowok metroseksual. Rafky sangat peduli dengan penampilannya. Sikap pria metroseksual yang dimiliki Rafky tampak pada: Ia menikmati menjadi pusat perhatian. Ia semakin berlatih keras di finess center.

Bukan hanya untuk sehat, tapi juga untuk mempertahankan keindahan tubuhnya. Tokoh Valent Valent adalah pasangan homoseksual Rafky. Valent anak tunggal dari keluarga kaya dan terpandang. Ayahnya meninggal karena kecelakaan saat ia berumur dua tahun. Kepergian ayahnya membuat dirinya tidak mengenal kasih sayang seorang pria, seorang ayah.

Sehingga saat ia melewati masa kanak-kanak atau puber, ia merasa janggal akan dirinya. Kejanggalan yang Valent rasakan dalam dirinya sebagai berikut: Ia seperti terkurung dalam tubuh seorang lelaki dewasa.

Valent memiliki sisi kewanitaan dalam dirinya yang tampan dan gagah. Hal itu terlihat dari penampilannya yang menarik dan fashionable maupun dari raut wajahnya.

Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis aracer.mobi Media Group. - Download buku psikologi

Penampilannya menarik, gaya anak muda sekarang. Kemeja lengan panjang digulung ke siku, dengan celana blue denim. Sweater hangat tampak diikat melingkar di atas pundaknya. Rapi, fashionable, tapi tidak genit. Sebentuk paras yang rupawan. Alur yang membentuk hidung, bibir, dan dagunya demikian menawan. Terlalu halus untuk laki-laki. Ketampanannya berbaur dengan kelembutan. Penyakit tersebut membuat Valent memiliki ketergantungan terhadap suntikan insulin jika sewaktu-waktu penyakitnya kambuh.

Selain itu, karena penyakitnya membuat Valent tidak bisa terlalu lama bermain di luar rumah. Valent pun tidak memiliki banyak teman. Karena penyakit diabetes yang diidapnya, Valent tidak bisa terlalu lama bermain di luar rumah. Sinar matahari yang panas akan menguras tenaganya dan membuatnya cepat lelah. Tokoh Janita Janita adalah ibu Valent.

Janita menjadi single parent bagi Valent karena suaminya telah tiada. Ia pun memutuskan membesarkan Valent seorang diri dengan tidak menikah lagi. Janita seorang ibu yang kuat dan tangguh.

Ia bekerja di perusahaan peninggalan suaminya, selain itu ia membesarkan Valent seorang diri hingga dewasa. Ia pun dengan sabar merawat Valent, terlebih lagi jika penyakit Diabetes Valent kambuh. Janita selalu berusaha agar Valent bahagia dan senang. Janita menjerit histeris ketika siang itu menemukan Valent cilik menggigil hebat di dalam kamarnya. Valent meringkuk memilukan di lantai.

Janita segera menyelubungi anaknya dengan selimut berlapis-lapis dan melarikannya ke rumah sakit. Oleh karena itu saat ia tahu bahwa Valent adalah homoseksual, ia sangat shock dan kecewa. Janita berusaha agar Valent menjauhi Rafky. Tiap ke kantor maupun pulang kantor Valent selalu di antar jemput, bahkan ditunggui. Kini setiap hari Valent diantar-jemput oleh sopir pribadi Janita dan diawasi setiap kegiatannya. Selesai jam kantor, harus langsung pulang ke rumah. Janita menghitung setiap menit.

Valent tak boleh terlambat detik 54 pun. Janita seketat mungkin memonitor Valent agar anaknya tidak punya celah sedikut pun untuk bertemu Rafky. Rhea merupakan gadis modern dengan penampilan trendi. Rhea tidak hanya cantik secara fisik, tapi ia juga cerdas dan mandiri. Ia seorang interior designer. Rhea anak sulung dari keluarga yang kaya raya. Rhea sangat mencintai Rafky dan tidak mau melepaskan Rafky meski ia tahu bahwa Rafky adalah homoseksual.

Sikap Rhea yang posesif dan ambisius ada pada kutipan berikut: Rhea langsung memekik histeris. Ia menerjang dan menerkam Rafky dengan membabi buta. Memukul-mukul dengan kalap. Mencakar tubuh Rafky hingga berdarah.

Ia menguntit kemana pun Rafky pergi. Kita bisa main bertiga, kan? Aku rela menjadi pelengkap, asalkan kau kembali padaku! Tokoh Kinan Kinan seorang wanita lugu dan baik hati. Kinan merupakan figur gadis impian.

Seorang gadis lembut dan anggun. Memiliki rambut hitam yang panjang tergerai dan memiliki kulit putih yang halus. Kinan adalah tunangan Valent. Kinan menjadi wanita yang cerewet dan penuntut. Perubahan sikap Kinan nampak pada kutipan berikut ini: Gadis yang lembut, namun ketika sampai pada soal penikahan, ia bisa menjadi begitu cerewet dan menuntut kesempurnaan. Kinan tidak marah atau benci kepada Valent saat mengetahui Valent menyukai sesama jenis dan mencintai Rafky. Sikap Kinan tersebut nampak pada kutipan: Seperti matahari yang gagal bersinar ditelan mendung.

Pernyataan Kinan yang mendukung cinta Valent dengan Rafky tersebut ada pada kutipan: Kinan juga membantu Valent untuk berbicara kepada Janita agar Janita merestui hubungan Valent dengan Rafky. Kinan datang mengungkapkan semuanya pada Janita, sementara Valent hanya duduk di sisi gadis itu dengan mulut terkunci. Janita pun menganggap Kinan sebagai wanita bodoh yang tidak mau mempertahankan cintanya. Janita membentaknya dengan geram. Rampas dia dari Rafky! Keras kepala! Tokoh Raina Raina merupakan seorang ibu yang penuh dengan kasih sayang.

Kasih sayang yang ia miliki tidak hilang begitu saja saat ia mengetahui jika Rafky adalah homoseksual. Bahkan, Raina merasa bahwa apa yang terjadi dalam diri Rafky adalah kesalahannya. Walaupun sebenarnya hatinya perih dan kecewa. Raina menggeleng pedih, meski anaknya tak melihat. Aku tidak akan pernah menyetujui pilihan Rafky. Hatinya menolak keras, tapi tangannya dengan patuh mencatat nama dan alamat rumah sakit yang disebutkan Rafky.

Raina menjadi ibu dan istri yang tabah dalam menghadapi persoalan yang dihadapi keluarganya agar suaminya tegar. Jangan biarkan dia seorang diri…tersesat dalam ketidaktahuannya. Ia tersenyum dan menunjukan empati saat dirinya bertemu dengan Janita di rumah sakit.

Raina memandang dengan sinar persahabatan yang tulus LT: Raina menubruk perempuan di hadapannya dengan pedih. Tokoh Kahfi Kahfi seorang ayah yang tegas. Ayah yang sangat menyayangi ketiga anaknya. Kahfi sangat membanggakan Rafky sebagai anak laki-laki satu-satunya. Namun kebanggaan itu sirna saat Kahfi mengetahui bahwa anak yang selama ini ia banggakan menyukai sesama jenis.

Cambuk aku! Kahfi bangkit berdiri dengan wajah mengejang seperti batu karang. Dadanya turun-naik dilahap kemarahan yang mencadas. Ia mengibaskan tangan anaknya jauh-jauh, seolah-olah jijik bersentuhan dengan anak kandungnya sendiri. Dokter Julian Doker Julian adalah dokter yang merawat Valent jika penyakit diabetesnya kambuh. Dokter Julian seorang dokter yang cekatan, ahli dalam bidangnya , dan bersimpati dengan keadaan pasiennya.

Dokter Julian dengan cekatan memberikan pertolongan medis. Botol infus segera dipasang. Jarum infus ditancapkan. Obat penenang disuntikkan. Gadis Penghibur di Thailand Gadis ini merupakan pekerja seks komersil yang disewa Rafky semalam saat ia berada di Thailand bersama Valent.

Filsafat Psikologi

Rafky menyewa gadis ini untuk membuktikan bahwa dirinya adalah laki-laki normal, masih menyukai perempuan, masih terangsang jika melihat perempuan. Gadis itu segera memisahkan diri dari kerumunan penari. Ia turun dari panggung dan mendekati si pelayan yang langsung mengantarkannya menemui Rafky.

Di depan Rafky gadis itu tersenyum hangat. Refleks ia menggandeng tangan gadis itu, seperti tak rela jika gadis itu disambar lelaki lain. Dengan mesra gadis itu melingkarkan lengannya di tubuh Rafky yang kekar. Mereka lebih tampak seperti sepasang kekasih, daripada seperti laki-laki hidung belang yang berkencan dengan perempuan malam LT: Petugas Wanita di Bandara Petugas wanita di Bandara adalah petugas yang membantu Rafky untuk bisa ikut penerbangan ke Thailand saat ia datang terlambat untuk check in di bandara.

Ia membantu Rafky mengurus prosedus keberangkatan ke luar negri. Jika petugas wanita ini tidak menolongnya, maka Rafky tidak dapat pergi ke Thailand dan bertemu Valent. Tapi ketika Rafky mendekat ke sana, petugas wanita itu tampak berhenti mengetik dan bangkit meninggalkan layar komputer.

Entah apa yang ia bicarakan. Terdengar ia sedikit berdebat. Tapi sesaat kemudian ia duduk kembali di kursinya, menghadap layar komputer, membuka kembali data penerbangan dan denah kursi penumpang. Keberadaan tokoh Rafky dan Valent adalah tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain. Mereka juga merupakan benang merah yang mengkaitkan beberapa peristiwa serta tokohtokoh lain dalam LT. Mereka merupakan tokoh yang menunjang dalam jalannya cerita dan yang memiliki keterkaitan dengan dua tokoh utama, Rafky dan Valent.

Janita, Rhea, Kahfi sebagai tokoh antagonis dalam novel LT, karena mereka bertiga menimbulkan konflik dalam cerita. Analisis dilakukan untuk mengetahui gambaran ruang dan latar cerita yang digunakan dalam novel. Mengacu pada teori yang dipaparkan oleh Nurgiyantoro, bahwa unsur latar dapat dibedakan kedalam tiga unsur pokok, yakni latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, serta teori yang dipapakan oleh Noor bahwa ruang dibagi 61 menjadi ruang terbuka dan tertutup, maka analisis latar novel LT akan dijelaskan sebagai berikut.

Latar Tempat Andrei Aksana banyak memaparkan tempat-tempat yang dilalui maupun dikunjungi tokoh dalam novel LT. Pada awal cerita, cerita di awali dengan terlambatnya Rafky di bandara Soekarno-Hatta, kemudian pertemuan dan perkenalan Rafky dan Valent di dalam pesawat yang akan menuju Thailand dan bandara Changi di Singapura.

Bandara menjadi latar karena keduanya akan pergi berlibur. Rafky mengempaskan pintu taksi dengan tidak sabar, meskipun taksi itu belum sempurna menepi ke trotoar terminal keberangkatan di bandara Soekarno-Hatta. Sambil mengentakkan ransel di punggungnya, ia menerjang keluar. Mudah-mudahan belum terlambat, tapi ia sangsi.

Tanpa menyadari, ketika sedang mengangkat ranselnya, tepat di saat bersamaan, penumpang yang duduk dibawahnya, beranjak bangkit. Bahu mereka berbenturan. Tidak terlalu keras. Penumpang yang semula ingin berdiri itu langsung terduduk kembali di kursinya. Wajahnya pias menunjukkan penyesalan. Tidak terlalu lama.

Cuma tiga puluh menit. Rafky memutuskan berkeliling di sekitar terminal kedatangan itu. Di sana ia sempat berpapasan dengan pemuda yang membenturnya di pesawat tadi, tapi Rafky berusaha tidak melirik. Pemuda itu pun hanya menoleh sekilas. Beberapa kali mereka berpapasan lagi. Di duty free shop. Di gift shop. Pemuda itu menunjuk ke arah kursi di hadapannya yang kosong. Ia tidak terpaksa ketika akhirnya menjatuhkan tubuhnya duduk di depan pemuda itu. Dijabatnya tangan Valent sekedarnya.

Latar tempat di Negara Thailand merupakan latar yang paling banyak dipaparkan pencerita. Hal tersebut dikarenakan dua tokoh utama banyak menghabiskan waktu bersama di Thailand. Rumah Rafky merupakan latar tempat tinggal Rafky dari kecil hingga dewasa. Rumah Valent sebagai setting penceritaan kehidupan seharihari Valent dengan ibunya Janita. Rumah Rhea menjadi latar saat Rhea berusaha mencium dan memeluk Rafky serta merayu Rafky untuk menjadi kekasihnya kembali.

Kantor Rafky basement dan kafetaria adalah setting Rhea membuntuti dan memergoki Rafky. Bioskop dijadikan setting saat Rafky dan Valent berkencan ganda dengan pacar masing-masing.

Jalan gelap dan sunyi adalah setting pertemuan Rafky dengan Valent yang dilakukan secara sembunyisembunyi. Butik pernikahan dan kantor jasa dekorasi perkawinan adalah latar yang digunakan saat Valent dan Kinan sibuk mempersiapkan kebutuhan pernikahan mereka. Ruang terbuka banyak digunakan sebagai latar dalam LT. Ruang terbuka yang dipakai sebagai latar novel LT adalah Negara Thailand serta jalan yang gelap dan sunyi. Beberapa ruang terbuka di Negara Thailand yang digunakan sebagai latar adalah kota-kota di Thailand, sungai-sungai, dan beberapa objek wisata.

Sedangkan ruang tertutup dalam novel LT adalah Bandara Changi di Singapura toko buku Times Newslink, duty free shop, gift shop, ruang tunggu , Bandara Soekarno Hatta, hotel dan kafe di Thaliand, rumah Rafky, rumah Valent, Rumah Sakit, rumah Rhea, kantor Rafky basement dan kafetaria , bioskop, butik pernikahan, dan kantor jasa dekorasi perkawinan. Ruang dimana Rafky pergi berjalan-jalan di Thailand maupun saat transit di Singapura menunjukkan jika Rafky memiliki jiwa petualang.

Rafky yang tidak suka berada di hotel yang 64 mewah dan menyukai keramaian juga menunjukkan sosok Rafky yang sederhana dan esktrovert. Berbeda dengan Rafky, Valent yang lebih menyukai berada di ruangan kamar hotel menunjukkan diri Valent yang introvert. Latar Waktu Latar waktu yang digunakan pengarang untuk menceritakan kisah ini adalah pagi, siang, sore, dan malam hari. Tidak ada yang mendominasi atau paling sering digunakan.

Ketiga waktu tersebut dipakai oleh pengarang dengan porsi yang sama. Rafky menyibak tirai kamar. Sinar matahari pagi menerobos tanpa ijin. Dikalahkan lautan cahaya yang berasal dari kanal dan sungai LT: Latar waktu dengan keterangan angka jam ada pada awal cerita saat Rafky terlambat datang di bandara. Sudah lima belas menit menyingkir dari angka delapan.

Jadwal keberangkatannya pukul Seharusnya ia sudah check in minimal satu jam sebelumnya untuk penerbangan internasional seperti ini. Ketika ia berusia dua tahun, ayahnya meninggal karena kecelakaan. Latar Sosial Latar sosial menyaran pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi Nurgiyantoro, Perilaku kehidupan sosial tersebut dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap.

Selain itu juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan, misalnya rendah, menengah, atau atas. Latar sosial yang ada pada novel LT akan dijabarkan sebagai berikut. Seorang anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga akan dituntut oleh orang tuanya untuk melindungi keluarganya dan saudara perempuannya.

Demikian juga dengan Rafky, yang anak laki-laki satu-satunya. Orang tua yang selalu menginginkan anak laki-lakinya menjadi pria dewasa yang kuat, cerdas, dan tampan tampak pada harapan Kahfi dan Raina kepada Rafky.

Sebagai anak laki-laki satunya, sejak kecil Rafky dididik untuk menjadi lelaki yang kuat dan tegar. Rafky dibentuk menjadi perisai keluarga. Juga bintang kelas. Begitulah dambaan setiap orangtua kepada anak laki-laki. Jangan lahir jika hanya menjadi anak laki-laki yang memalukan. Mengasihinya dengan kondisi apa pun. Reina memeluk dan mendekap anaknya dengan kasih sayang walaupun tahu bahwa anaknya menyukai sesama pria.

Selain itu, ibu selalu mengharapkan yang terbaik untuk anaknya. Janita pun menginginkan Valent menikah dengan Kinan karena menurutnya hal tersebut merupakan yang terbaik untuk Valent. Aku sebagai ibu yang seharusnya bertanggungjawab ketika kau tumbuh dengan keliru….

Karena dialah anak lelaki satu-satunya. Kau adalah laki-laki normal, laki-laki terhormat. Kau akan menikah, punya anak, punya keluarga yang bahagia…. Anak pun ingin membalas pengorbanan kedua orangtua saat anak dewasa. Valent ingin membayar semua pengorbanan ibunya, membahagiakannya dengan menikah dan menjadi pria sejati.

Izinkan aku berbakti kepada ibuku…. Cinta terlarang yang seharusnya tidak dilakukan. Semua ini semu, Val. Bukan cinta yang abadi…. Pekik Janita dengan mata berkaca-kaca. Kalian bukan laki-laki dan perempuan! Masyarakat, norma, dan hukum juga. Padahal apa salah kita?

Kita tidak minta dilahirkan begini, bukan? Tidak terkecuali dengan laki-laki. Rafky meneteskan air mata saat melihat orangtuanya kecewa dan marah karena mengetahui dirinya adalah homoseksual. Status sosial yang dimiliki Valent terlihat saat ia memesan hotel dan fasilitas lainnya yang serba mewah di Thailand. Hal tersebut menunjukkan bahwa Valent adalah orang kaya.

Rafky terperanjat dan gemas melihat semua fasilitas dan pelayanan yang dipilih Valent. Gaya pemborosan anak pejabat. Itulah keyakinan yang dipegang masyarakat, sehingga Kinan membatalkan pernikahannya dengan Valent karena tidak mau gagal dalam pernikahan. Mereka bilang, memang banyak yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, karena pernikahan sebaiknya hanya sekali seumur hidup.

Tema Novel Lelaki Terindah Gagasan pencerita, ide sentral cerita, atau yang disebut dengan tema, akan ditemukan di balik kaitan unsur-unsur alur, tokoh, latar, dan pusat pengisahan Stanton melalui Prihatmi, Tema merupakan gagasan yang mendasari suatu karya sastra. Tema didukung oleh pelukisan latar dan tersirat dalam lakuan tokoh atau dalam penokohan.

Tema dapat menjadi faktor yang mengikat peristiwa-peristiwa dalam satu alur, sehingga menjadi kekuatan yang mempersatukan berbagai unsur yang membangun cerita atau karya sastra menjadi motif tindakan tokoh Sudjiman, Wujud tema dalam fiksi biasanya biasanya berpangkal pada alasan tindak atau motif tokoh Sayuti, Makna atau pengalaman kehidupan itu biasanya masalah kehidupan yang dialami oleh masyarakat.

Masalah kehidupan tersebut merupakan hasil pengamatan dan interaksi pengarang dengan lingkungan ia berada. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Saad dan Nurgiyantoro, maka penulis menyimpulkan bahwa tema utama tema mayor novel LT adalah kisah percintaan terlarang antara dua orang pria. Percintaan kaum homoseksual yang terjadi antara Rafky dan Valent menjadi dasar atau gagasan dalam cerita. Persoalan cinta antara Rafky dan Valent adalah persoalan yang paling menonjol dalam cerita.

Di samping itu, persoalan tersebut menimbulkan konflik dan pertentangan diantara tokoh-tokohnya. Tokoh-tokoh dalam LT mempersoalkan benar atau tidaknya hubungan percintaan yang dilakukan oleh Rafky dan Valent.

Pertentangan percintaan sesama jenis yang dalam hal ini adalah homoseksual, dapat diketahui melalui kutipan dialog Rafky dengan Janita, Raina, dan Kinan: Salah atau benar! Terhormat atau memalukan! Tapi kalian malah mengorbankan hidup orang lain!

Kau yang merusak semuanya! Teganya kau meninggalkanku demi seorang laki-laki! Tokoh lain diceritakan hanya sebagai penunjang cerita. Persoalan kaum homoseksual yang selama ini ditentang oleh masyarakat menjadi inti cerita novel LT. Andrei Aksana mengajak pembaca untuk ikut memikirkan dan memecahkan masalah kehidupan yang selalu kembali di tiap zaman, seperti masalah homoseksual ini.

Kepribadian Tokoh Rafky dan Valent Kepribadian merupakan suatu totalitas psikhophisis yang kompleks dari manusia sebagai individu Sujanto, Kepribadian manusia nampak pada tingkah lakunya yang unik. Kepribadian manusia yang satu dengan yang lain tidak sama. Jika seseorang memiliki kepribadian yang sama, kepribadian tersebut tidaklah identik. Mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Jung, berikut ini akan dipaparkan kepribadian yang dimiliki oleh tokoh Rafky dan Valent dalam novel LT.

Kepribadian Tokoh Rafky Rafky, pemuda tampan yang menjadi idaman para wanita. Tiap wanita yang pertama kali melihatnya pasti akan langsung terpukau akan ketampanan dan kegagahan yang dimiliki Rafky. Tampan, gagah, pintar, dan sukses merupakan sosok pria idaman setiap wanita. Semua kriteria pria idaman tersebut ada pada diri Rafky.

Fungsi Jiwa Awalnya, pikiran dan perasaan Rafky bekerja secara rasional, mampu menilai yang benar atau salah dan menyenangkan atau tidak menyenangkan.

Bagan Psikologi

Tetapi setelah ia bertemu Valent, pikiran dan perasaannya menentang apa yang selama ini dianggap benar oleh norma masyarakat. Pikiran Rafky secara rasional masih dapat menilai bahwa sesuatu yang telah dilakukannya adalah salah, yakni saat ia menyadari bahwa dirinya telah melakukan hubungan seksual sesama jenis dengan Valent.

Belum pernah Rafky merasa begitu jijik dengan dirinya sendiri. Bercinta dengan sesama laki-laki! Gila sekali! Tak pernah sekali pun terbesit dalam pikirannya! Rafky masih menyukai perempuan. Perempuan masih sangat menarik untuk dilewatkan begitu saja. Kalaupun sudah tidak ada lagi perempuan di muka bumi ini, Rafky juga tidak sudi melirik laki-laki!

Jadi mengapa peristiwa terkutuk itu terjadi semalam? Mengapa ia bisa bercinta dengan laki-laki? Perasaan yang secara rasional akan menyenangkan jika terjadi diantara pria dengan perempuan, bukan pria dengan pria. Rafky menilai akan menyenangkan jika ia bersama Valent, walaupun hal tersebut tidak wajar.

Bukankah ia juga membalas semua yang dilakukan Valent kepadanya? Balas memeluk. Balas mencium. Balas memagut…. Ia tidak meminta Valent menghentikan sentuhannya. Ia justru menikmati.

Similar files:


Copyright © 2019 aracer.mobi. All rights reserved.
DMCA |Contact Us